ANALIS ISRAEL: ADA HUBUNGAN ANEH ANTARA NETANYAHU & HAMAS
Media AS Washington Post mengutip pendapat para analis politik Israel menulis, bahwa antara Netanyahu dengan kelompok Hamas ( Harakat al-Muqawamah al-Islamiyya ) memiliki hubungan “simbiosis yang aneh”.
Menurut para analis Israel, Netanyahu yang menjabat sebagai PM Israel tanpa putus antara 2009-2020 dan berkuasa kembali pada 2022, menganggap Hamas berguna dalam menghentikan proses perdamaian Israel-Palestina, dan untuk mengganggu pembentukan negara Palestina.
Namun, para analis Israel itu berpendapat, kali ini nampaknya Netanyahu sudah ingin benar-benar mengakhiri “hubungan anehnya” dengan Hamas, dengan menghancurkan total seluruh kekuatan Hamas.
Netanyahu, telah berulang kali bersumpah untuk menghancurkan Hamas selama masa jabatannya yang sangat panjang itu, namun faktanya malah menerapkan kebijakan yang membantu kelompok tersebut mempertahankan cengkeramannya atas kantong Gaza, tulis Washington post.
Sejarawan Israel Adam Raz mengatakan, “ini adalah aliansi aneh yang akan segera berakhir, (setelah perang) Hamas tidak akan lagi menjadi penguasa Gaza. Dan saya pikir kita dapat berasumsi bahwa Netanyahu sudah mendekati akhir dari karir politiknya.”
Raz, dan pengamat politik lainnya berpendapat, bahwa Netanyahu jelas sengaja tidak mengantisipasi serangan dan penyanderaan sekitar 240 warga Israel pada 7 Oktober lalu, hari paling mematikan bagi orang Yahudi sejak Holocaust.
Namun para analis Israel itu mengatakan, bahwa segera setelah dia mendapatkan kembali kekuasaannya, Netanyahu yang saat kampanye berjanji untuk “menghancurkan kekuasaan Hamas di Gaza”, malah menerapkan strategi yang tidak mengganggu status quo dari populasi Palestina Di Gaza. Dia bahkan membiarkan Hamas berkuasa di Gaza dan juga saingannya (Fatah) di Tepi Barat.
“Dalam sepuluh tahun terakhir, Netanyahu malah berupaya memblokir segala upaya untuk menghancurkan total Hamas di Gaza,” kata Raz.
Dibawah kepemimpinan Netanyahu, Israel melancarkan tiga operasi militer skala besar di Gaza, yaitu pada tahun 2012, 2014, dan 2021. Semuanya berakhir dengan negosiasi gencatan senjata yang membuat kelompok tersebut terus menguasai wilayah kantong Gaza.
Tujuan dari kebijakan Netanyahu itu diduga untuk memecah belah rakyat Palestina, membiarkan Hamas menguasai Gaza, dan membiarkan ada persaingan antara Hamas dengan perlawanan Palestina lain (Fatah) yang menguasai Tepi Barat.
Konflik antara kedua kelompok perlawanan tersebut akan membuat solusi dua negara yang dinegosiasikan menjadi mustahil, dan bahwa hal itu juga memungkinkan Netanyahu untuk mengabaikan soal solusi bagi Palestina.
Baca lagi artikel yang lain ...
analisaakhirzaman.com
ANALIS ISRAEL : ADA HUBUNGAN ANEH ANTARA NETANYAHU & HAMAS
Para analis Israel itu berpendapat, perpecahan 2 kelompok perlawanan tersebut sesuai dengan tujuan Netanyahu dan para penentang solusi 2 negara, dengan menghambat kemampuan Palestina untuk melawan pendudukan Israel, kata para analis itu.
Sebaliknya, Netanyahu bisa lebih berfokus pada ancaman Iran dan ancaman-ancaman lain serta soal perkembangan Israel untuk menjadi kekuatan ekonomi.
Penulis biografi Netanyahu, Anshel Pfeffer juga berpendapat, bahwa Netanyahu secara khusus berupaya mencegah rekonsiliasi antara Hamas dan Fatah paska pemulihan hubungan pada tahun 2018, guna mencegah persatuan perlawanan Palestina, dan akhirnya menghalangi upaya pembentukan negara Palestina.

Comments
Post a Comment
Terima kasih di atas kesudian anda menaip komen di sini . . .